Jumat, 01 Juli 2011

Retreat Pendeta Pedesaan 16 - 17 Mei 2011






Agenda tahunan Ekklesia Ministri koordinator Pedesaan untuk tahun 2011 ini adalah mengadakan Retreat khusus Hamba Tuhan Pedesaan yang diadakan pada tanggal 16 – 17 Mei 2011 di Wisma Bethlehem Puhsarang Kediri.
Peserta sudah berkumpul sejak siang hari untuk melakukan registrasi ulang dan dilakukan pembagian kamar tidur. Setelah itu kami semua pun beristirahat sejenak sampai pada sore harinya diadakan acara silaturahmi untuk memperkenalkan Ekklesia Ministri dengan lebih dekat. Kami juga meminta saran dan kritik dari para hamba Tuhan ini mengenai program perbedayaan Hamba Tuhan. Juga apa saja yang dapat dibantu dan dilakukan oleh Ekkelsia Ministri kedepannya supaya para hamba Tuhan fulltimer ini taraf hidupnya dapat meningkat. Tak terasa acara ini baru berakhir pukul 22.30 malam, karena banyak uneg-uneg dan gagasan baru yang muncul saat itu.
Bagi anggota tim Ekklesia Ministri juga tidak dapat langsung tidur / beristirahat, sebab kami masih harus rapat bulanan membahas acara pelayanan untuk bulan Juni depan. Puji Tuhan tidak tampak kelelahan di raut wajah kami malam itu walaupun kami baru saja melakukan perjalanan yang cukup jauh dari Surabaya.
Sesi pagi diisi pengajaran oleh Pembina II Ekklesia Ministri Bp. Rantosari Siahaan yang berbicara tentang hukum Allah yaitu Tabur Tuai. Jemaat yang merupakan para hamba Tuhan ini diingatkan kembali bahwa Tabur Tuai ini masih berlaku dan setiap orang yang melakukan hukum ini pasti akan diberkati hidupnya oleh Tuhan.
Setelah rehat kopi, acara dilanjutkan kembali dengan tanya jawab. Seru sekali suasananya, sampai kami hampir lupa bahwa pukul 12.00 WIB kami semua harus checkout dari Puhsarang, Kediri.
Pada hari kedua ini telah terbentuk juga susunan kepengurusan Ekklesia Ministri Sub Koordinasi Pedesaan untuk Pare dan Kediri. Kami juga mengundang para pendeta ini untuk menjadi anggota Ekklesia Ministri Surabaya. Dan Ekklesia Ministri ingin lebih fokus mengembangkan sayapnya pada pemberdayaan hamba Tuhan, tapi kemampuan pengurus Ekklesia yang berdomisili di Surabaya untuk mengkover program ini dirasa kurang mumpuni. Itu sebabnya perlu kerjasama yang lebih intens diantara para hamba Tuhan ini sebab program pemberdayaan ini hakekatnya untuk pendeta, dari pendeta dan oleh pendeta sendiri. Ekklesia Ministri hanya dipakai Tuhan untuk memfasilitasi program ini. Segala Kemuliaan hanya bagi Tuhan Yesus Kristus

Tidak ada komentar:

Posting Komentar